Prisip, haruskah?
Satu hal yang paling berharga dalam diri manusia adalah prinsip. Ketika seorang tidak lagi mempedulikan prinsip, orang seolah tak ada lagi harganya. Inilah yang saat ini sedang terpikirkan oleh ku. Di zaman seperti ini masih kah ada orang yang mau peduli pada sebuah prinsip? Apalagi jika prisip itu telah lama masyarakat mencampakkannya.
Maka ketika zaman dimana orang-orang tidak lagi berpegang pada sebuah prinsip "mulia", seorang yang tidak seperti kebanyakan orang adalah "mutiara". Di saat masyarakat berlomba pamer kekayaan bergaya hidup mewah dan materialis, seorang yang hidup bersahaja adalah "mutiara". Ketika orang-orang tidak peduli haram-tidaknya rejeki yang diperoleh, maka orang yang berhati-hati menjaga kehalalan hartanya adalah mutiara. Di masa Orang bersikap individualis tak peduli pada sesama, maka seorang yang berjiwa sosial adalah mutiara. Ketika kebanyakan manusia sudah melepaskan agamanya, maka seorang yang memegang erat agamanya adalah mutiara.
Benar gak sih? tahulah..
Maka ketika zaman dimana orang-orang tidak lagi berpegang pada sebuah prinsip "mulia", seorang yang tidak seperti kebanyakan orang adalah "mutiara". Di saat masyarakat berlomba pamer kekayaan bergaya hidup mewah dan materialis, seorang yang hidup bersahaja adalah "mutiara". Ketika orang-orang tidak peduli haram-tidaknya rejeki yang diperoleh, maka orang yang berhati-hati menjaga kehalalan hartanya adalah mutiara. Di masa Orang bersikap individualis tak peduli pada sesama, maka seorang yang berjiwa sosial adalah mutiara. Ketika kebanyakan manusia sudah melepaskan agamanya, maka seorang yang memegang erat agamanya adalah mutiara.
Benar gak sih? tahulah..
~
Minggu, September 06, 2009
4
komentar





